Beranda | Artikel
Sebab-sebab Rezeki Bertambah - Syaikh Utsman Al-Khamis
Jumat, 18 Maret 2022

Sebab-sebab Rezeki Bertambah – Syaikh Utsman Al-Khamis

Para ulama telah menyebutkan cara untuk meminta rezeki kepada Allah, atau menyebutkan sebab-sebab untuk meraih rezeki, atau sebab-sebab bertambahnya rezeki, berdasarkan yang tampak bagimu. Di antaranya:

(PERTAMA)
Tawakal kepada Allah. Bertawakal kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Dia akan memberi kalian rezeki, seperti yang Dia berikan kepada burung, ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.”

(KEDUA)
Demikian juga takwa, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Dia akan memberinya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia sangka.” (QS. At-Talaq: 2 – 3)

(KETIGA)
Demikian juga menyambung silaturahim. Menyambung silaturahim! Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin umurnya dipanjangkan, dan diluaskan rezekinya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim.” Jadi silaturahim adalah salah satu sebab Allah menambah rezeki.

(KEEMPAT)
Istiqamah. “Dan andai mereka beristiqamah di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang banyak.” (QS. Al-Jin: 16) Ini juga dapat menambah rezeki.

(KELIMA)
Bersyukur. “Dan (ingatlah) saat Tuhanmu memaklumkan, ‘Sungguh jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian.’” (QS. Ibrahim: 7) Jika seseorang bersyukur kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala, maka Dia akan menambahkan karunia baginya. Namun sayangnya, manusia saat ini —Insya Allah bukan kalian dan saya. Semoga Allah terus meneguhkan kita di atas ketaatan—

Yakni (banyak orang saat ini) tidak bersyukur kepada Allah, tetapi mereka mengingkari rezeki yang Allah Tabaraka wa Ta’ala berikan.

Dan Allah mencela mereka dengan berfirman, “Dan kalian menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru dengan mendustakan-Nya.” (QS. Al-Waqiah: 82)

Yakni kalian menjadikan rasa syukur itu menjadi pendustaan?! Allah menyebut rasa syukur sebagai rezeki.

“Dan kalian menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru dengan mendustakan-Nya.” (QS. Al-Waqiah: 82)

Seharusnya kalian bersyukur kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala, tetapi malah kalian mendustakan-Nya Jalla wa ‘Ala?!

(KEENAM)
Demikian juga berdoa. Berdoa! Pernah ada seorang lelaki datang kepada Ali radhiyallahu ‘anhu. Lalu ia berkata, “Aku melakukan mukatabah dengan tuanku.” Lelaki ini seorang budak, ia ingin merdeka (dengan membayar harga dirinya ke tuannya), namanya mukatabah. Budak itu melakukan mukatabah dengan tuannya. Ia berkata, “Aku melakukan mukatabah dengan tuanku, tapi aku tidak mampu membayar.” “Yakni aku tidak punya harta untuk melunasi biaya yang telah kami sepakati, maka bantulah aku.” Demikian ia berkata pada Ali radhiyallahu ‘anhu. Ali menjawab, “Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan kepadaku?” Ia menjawab, “Tentu!”
Ali berkata, “Katakanlah: ALLAAHUMMAK FINII BIHALAALIKA ‘AN HAROOMIKA WA AGHNINII BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAKA (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu, daripada hal yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu, daripada selain-Mu)

Ini semua adalah sebab-sebab untuk menambah rezeki. Allah akan mengaruniakan dan memberkatimu dalam rezekimu, dan memberimu karunia-Nya Subhanahu wa Ta’ala. Sebagian ulama berpendapat, “Rezeki bisa saja bertambah, Allah Tabaraka wa Ta’ala yang menambahnya.” Dan sebagian lainnya berpendapat, “Tidak! Namun Allah Jalla wa ‘Ala memberkahi rezeki, hingga kamu mengira rezeki itu bertambah, padahal tidak. Namun Allah memberi keberkahan di dalamnya.” Dan ini fenomena yang dapat disaksikan. Terkadang kamu saksikan pada sebagian hartamu, Allah memberkahinya, sehingga kamu dapat membeli banyak barang. Sedangkan sebagian harta lainnya, cepat sekali habis. Maka sebagian ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud di sini adalah diberi keberkahan, bukan rezeki itu bertambah.

Namun bagaimanapun itu, hendaklah kita selalu mengingat firman Allah Tabaraka wa Ta’ala: “Dan di langit terdapat rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.” (QS. Az-Zariyat: 22) Kita memohon kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala agar mencukupkan kita dengan yang halal dari-Nya daripada hal yang haram, dan mencukupkan kita dengan karunia-Nya dari selain-Nya.

Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu daripada yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain-Mu. Ya Allah tampakkan pada kami kebenaran itu sebagai kebenaran, dan berikan karunia pada kami untuk mengikutinya.

Dan tampakkan pada kami kebatilan itu sebagai kebatilan, dan berikan karunia pada kami untuk menjauhinya. Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah jiwa kami ketakwaannya, dan sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya. Engkaulah pelindung dan pemiliknya. Dan akhir doa kita, “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin.”

================================================================================

وَقَدْ ذَكَرَ أَهْلُ الْعِلْمِ لِطَلَبِ الرِّزْقِ مِنَ اللهِ

أَوْ ذَكَرُوا أَسْبَابَ الرِّزْقِ أَوْ زِيَادَةِ الرِّزْقِ فِيمَا يَظْهَرُ لَكَ

مِنْهَا

أَوَّلًا التَّوَكُّلُ عَلَى اللهِ

التَّوَكُّلُ عَلَى اللهِ يَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ

لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

كَذَلِك التَّقْوَى

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

وَكَذَلِكَ صِلَةُ الرَّحِمِ

صِلَةُ الرَّحِمِ

يَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ

وَيُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

فَصِلَةُ الرَّحِمِ مِمَّا يُزِيدُ اللهُ فِيهَا الرِّزْقَ

الِاسْتِقَامَةُ

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

هَذَا أَيْضًا يَزِيدُ فِي الرِّزْقِ

الشُّكْرُ

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ

فَالْإِنْسَانُ إِذَا شَكَرَ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى زَادَهُ مِنْ فَضْلِهِ

وَالْأَسَفُ النَّاسُ الْيَوْمَ

لَسْتُم أَنْتُمْ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى وَلَسْتُ أَنَا إِنْ شَاءَ اللهُ وَأَسْأَلُ اللهَ أَنْ يُثَبِّتَنَا وَإِيَّاكُمْ عَلَى الطَّاعَةِ

يَعْنِي لَا يَشْكُرُونَ اللهَ بَلْ يَكْفُرُونَ بِمَا يَرْزُقُهُمُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

وَإِذَا عَاتَبَ اللهُ عَلَيْهِمْ فَقَالَ وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ

أَي تَجْعَلُونَ شُكْرَكُم تَكْذِيبًا

سَمَّاهُ رِزْقًا

وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ

بَدَلَ أَنْ تَشْكُرُوا اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى كَذَّبْتُمْ بِاللهِ جَلَّ وَعَلَا

وَكَذَلِكَ الدُّعَاءُ

الدُّعَاءُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

قَالَ إِنِّي كَاتَبْتُ سَيِّدِي هُوَ الْعَبْدُ يُرِيدُ أَنْ يَكُونَ حُرًّا فَيُسَمُّوْنَهَا الْمُكَاتَبَةَ

كَاتَبَ سَيِّدَهُ قَالَ إِنِّي كَاتَبْتُ سَيِّدِي وَعَجَزْتُ

يَعْنِي مَا عِنْدِي أُكْمِلُ الْمَالَ الَّذِي اتَّفَقْنَا عَلَيْهِ

فَسَاعِدْنِي يَقُولُ لِعَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

قَالَ أَوَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ عَلَّمَنِيهِنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟

قَالَ بَلَى

قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

فَكُلُّ هَذِهِ أَسْبَابٌ لِزِيَادَةِ الرِّزْقِ

يَمُنُّ اللهُ وَيُبَارِكُ لَكَ اللهُ فِي رِزْقِكَ يُعْطِيكَ مِنْ فَضْلِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

فَبَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالَ لَا الرِّزْقُ يُمْكِنُ أَنْ يَزِيدَ يَزِيدُهُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

وَبَعْضُهُمْ قَالَ لَا الرِّزْقُ يُبَارِكُهُ اللهُ جَلَّ وَعَلَا

حَتَّى تَظُنَّ أَنَّهُ زَادَ وَهُوَ لَمْ يَزِدْ وَإِنَّمَا جَعَلَ اللهُ فِيهِ الْبَرَكَةَ

وَهَذَا شَيْءٌ مُشَاهَدٌ

أَحْيَانًا تَرَى بَعْضَ الْمَالِ عِنْدَكَ يُبَارِكُ اللهُ لَكَ فِيهِ فَتَشْتَرِي فِيهِ أَشْيَاءَ كَثِيرَةً

وَبَعْضَ الْمَالِ بِسُرْعَةٍ يَنْفَدُ

فَذَكَرَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ هَذَا مَقْصُوْدُهُ الْبَرَكَةُ

لَا أَنَّ الرِّزْقَ يَزِيدُ

فَعَلَى كُلِّ حَالٍ نَتَذَكَّرُ دَائِمًا قَوْلَ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

نَسْأَلُ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنْ يَكْفِيَنَا بِحَلَالِهِ عَن حَرَامِهِ

وَأَنْ يُغْنِيَنَا بِفَضْلِهِ عَمَّنْ سِوَاهُ

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ

وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِ نُفُوسَنَا تَقْوَاهَا

وَزَكِّهَا أَنتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 


Artikel asli: https://nasehat.net/sebab-sebab-rezeki-bertambah-syaikh-utsman-al-khamis/